Tigo AI memperkenalkan AI Creative Engine di Jakarta, Indonesia, pada momentum percepatan pemasaran digital saat ini, dengan kemampuan memproses kebutuhan kreatif tertentu hingga sekitar 0,8 detik. Teknologi ini dikembangkan untuk membantu brand dan UMKM mempercepat produksi iklan serta berpotensi menghemat biaya produksi konten tertentu lebih dari 80% dibanding metode tradisional. Melalui otomatisasi AI yang mengintegrasikan pembuatan konsep, copy, visual, video, hingga optimasi kampanye, bisnis dapat menghasilkan dan menguji lebih banyak variasi iklan secara cepat dan efisien.
Jakarta, Indonesia — Tigo AI memperkenalkan AI Creative Engine, teknologi produksi konten iklan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempercepat proses kreatif sekaligus menekan biaya produksi pemasaran. Sistem ini dikembangkan untuk membantu brand, UMKM, dan pelaku bisnis menghasilkan materi iklan digital dalam skala besar dengan proses yang lebih cepat dan efisien dibanding metode produksi konvensional.
AI Creative Engine Tigo AI diklaim mampu memproses kebutuhan kreatif dalam waktu sekitar 0,8 detik pada tahapan tertentu, memungkinkan bisnis mendapatkan ide, konsep, dan variasi materi promosi secara cepat sebelum masuk ke proses produksi dan distribusi.
Dari Proses Panjang Menjadi Otomatis
Produksi iklan tradisional umumnya membutuhkan berbagai tahapan, mulai dari penyusunan konsep, copywriting, desain visual, pengambilan gambar, editing video, hingga pembuatan beberapa versi konten untuk platform berbeda.
Melalui AI Creative Engine, sejumlah tahapan tersebut dapat diintegrasikan dalam satu alur kerja berbasis AI.
Pengguna cukup memasukkan informasi produk, target audiens, tujuan kampanye, serta materi pendukung. Sistem kemudian membantu menghasilkan konsep kreatif, copy, visual, hingga materi video yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan media sosial dan kanal digital lainnya.
Pendekatan ini memungkinkan tim pemasaran mengurangi pekerjaan berulang dan lebih fokus pada strategi, evaluasi performa, serta pengembangan bisnis.
Potensi Penghematan Biaya Lebih dari 80%
Selain kecepatan, efisiensi biaya menjadi salah satu fokus utama teknologi ini.
Pada metode produksi tradisional, satu kampanye dapat membutuhkan fotografer, videografer, talent, lokasi, peralatan produksi, desainer, serta editor. Ketika brand membutuhkan puluhan hingga ratusan variasi materi, biaya produksi dapat meningkat dengan cepat.
Dengan otomatisasi berbasis AI, Tigo AI menyebut biaya produksi konten tertentu berpotensi lebih hemat hingga lebih dari 80% dibanding pendekatan media tradisional, bergantung pada kompleksitas kampanye, jenis konten, dan kebutuhan produksi.
Efisiensi tersebut menjadi semakin relevan di era pemasaran digital, ketika brand dituntut menghasilkan konten dalam jumlah lebih banyak dan memperbaruinya mengikuti perubahan tren serta respons konsumen.
Membantu Brand Menguji Lebih Banyak Kreatif
Kecepatan produksi juga membuka peluang bagi perusahaan untuk menjalankan lebih banyak eksperimen pemasaran.
Daripada bergantung pada satu materi iklan untuk periode panjang, brand dapat menghasilkan beberapa versi visual, headline, video, maupun pendekatan komunikasi untuk melihat konten mana yang memperoleh respons terbaik.
Data performa kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki materi berikutnya, menciptakan siklus pemasaran yang lebih cepat antara produksi, distribusi, pengukuran, dan optimasi.
Menuju Model Produksi Iklan Generasi Baru
Tigo AI melihat kecerdasan buatan bukan sekadar alat untuk membuat gambar atau video, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur baru industri pemasaran.
Melalui AI Creative Engine, perusahaan menargetkan proses produksi iklan yang semakin cepat, fleksibel, terukur, dan terjangkau, sehingga teknologi kreatif tingkat lanjut tidak hanya dapat digunakan perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan brand yang sedang berkembang.
Di tengah persaingan mendapatkan perhatian konsumen yang semakin ketat, kemampuan menghasilkan dan menguji konten dengan cepat berpotensi menjadi salah satu keunggulan penting bagi bisnis di era pemasaran berbasis AI.
Tentang Tigo Ai
TIGO AI adalah platform pemasaran digital terintegrasi berbasis AI yang didirikan pada 2022 dan berfokus pada pengembangan ekosistem periklanan digital terdesentralisasi di Indonesia. Didukung investasi dari konsorsium Singapura, TIGO AI menggabungkan teknologi kreatif AIGC yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia, jaringan lebih dari satu juta kreator, serta sistem pelacakan data konversi end-to-end. Melalui konsep Marketing as a Service (MaaS), platform ini menghubungkan brand, kreator, dan konsumen dalam satu ekosistem untuk membantu pelaku usaha menjalankan pemasaran yang lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis.
Industri: Internet & AI Marketing Technology
Didirikan: 2022
Fokus: AI Marketing • AIGC • Creator Network • Digital Advertising • MaaS
Wilayah Utama: Indonesia & Asia Tenggara
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

